Sep 16, 2012

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

by : CHAIRIL ANUAR


SATU

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU

by : CINTA

ada apa dengan CINTA

ku lari ke hutan
kemudian menyanyiku
ku lari ke pantai 
kemudian teriakku

sepi
sepi 
dan sendiri aku benci
aku mahu bingar
aku mahu di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika ku sendiri

pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
aihh..
ada malaikat menyulam jaring labah-labah belang
di tembok keraton putih

kenapa tak goyangkan saja locengnya
biar terdera
atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai